Sinyal Beli & Jual

English version: Buy & Sell Signal

Sinyal beli dan jual dibuat berdasarkan data technical. Dokumen ini akan menjelaskan aturan-aturan untuk menterjemahkan data analisa technical menjadi sinyal beli dan jual.

Screenshot_technical

Moving Average (MA)
Moving average dapat digunakan untuk mengidentifikasi arah suatu tren, atau mententukan level support dan resistance yang berpotensi.
Ada dua jenis Moving Average yang sering digunakan yaitu: Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA).
Simple Moving Average dibentuk dengan cara menghitung harga rata-rata suatu saham dalam periode waktu tertentu.
Exponential Moving Average mengurangi keterlambatan dengan menambah bobot perhitungan pada harga yang terbaru.
Bobot yang ditambahkan pada harga yang terbaru tergantung pada jumlah periode dari Moving Average tersebut.
Aturan pembuatan signal berdasarkan Moving Average:
Sinyal beli dibuat ketika chart Moving Average melengkung ke atas (nilai Moving Average pada saat ini lebih besar daripada nilai Moving Average sebelumnya).
Sinyal jual dibuat ketika chart Moving Average melengkung ke bawah (nilai Moving Average pada saat ini lebih kecil daripada nilai Moving Average sebelumnya).
Jika nilai Moving Average saat ini sama dengan nilai Moving Average sebelumnya, tidak ada sinyal beli/jual yang dihasilkan (Neutral).

Relative Strength Index (RSI)
Relative Strength Index (RSI) adalah indikator momentum oscillator yang mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga.
RSI bergerak antara 0 dan 100.
Aturan pembuatan sinyal berdasarkan RSI:
Overbought > 70 > BUY > 52 > Neutral > 48 > SELL > 30 > Oversold
Kondisi overbought / oversold bukan merupakan sinyal buy / sell karena momentum oscillators bisa menghasilkan kondisi overbought / oversold dan harga tetap berada pada trend naik / turun yang kuat.
Kondisi overbought / oversold adalah peringatan untuk bersiap dengan kemungkinan perubahan pergerakan harga. Harga bisa dalam kondisi overbought / oversold, tetapi belum akan berubah arah.

Stochastic
Stochastic Oscillator adalah indikator momentum yang menunjukkan posisi harga penutupan relatif terhadap range harga tertinggi dan terendah dalam periode waktu tertentu.
Aturan pembuatan sinyal berdasarkan Stochastic:
Overbought > 80 > BUY > 52 > Neutral > 48 > SELL > 20 > Oversold
Kondisi overbought / oversold bukan merupakan sinyal buy / sell karena momentum oscillators bisa menghasilkan kondisi overbought / oversold dan harga tetap berada pada trend naik / turun yang kuat.
Kondisi overbought / oversold adalah peringatan untuk bersiap dengan kemungkinan perubahan pergerakan harga. Harga bisa dalam kondisi overbought / oversold, tetapi belum akan berubah arah.

StochRSI
StochRSI adalah oscillator yang mengukur level RSI relatif terhadap range nilai tertinggi dan terendah RSI dalam periode waktu tertentu.
StochRSI menerapkan rumus Stochastic pada nilai RSI, bukan berdasarkan harga.
Hal ini membuat StochRSI menjadi indikator dari indikator. Yang menghasilkan oscillator yang nilainya berfluktuasi antara 0 and 1.
Aturan pembuatan sinyal berdasarkan StochRSI:
Overbought > 80 > BUY > 52 > Neutral > 48 > SELL > 20 > Oversold
Kondisi overbought / oversold bukan merupakan sinyal buy / sell karena momentum oscillators bisa menghasilkan kondisi overbought / oversold dan harga tetap berada pada trend naik / turun yang kuat.
Kondisi overbought / oversold adalah peringatan untuk bersiap dengan kemungkinan perubahan pergerakan harga. Harga bisa dalam kondisi overbought / oversold, tetapi belum akan berubah arah.

MACD
MACD mengubah dua indikator trend-following, moving averages, menjadi momentum oscillator dengan cara mengurangi sejumlah nilai moving average yang lebih panjang dari nilai moving average yang lebih pendek.
Sebagai hasilnya, MACD menawarkan yang terbaik dari keduanya: trend following dan momentum.
MACD berfluktuasi diatas dan dibawah garis nol ketika kedua Moving Average mengerucut, melintasi, dan menjauh.
Aturan pembuatan sinyal berdasarkan MACD:
BUY > 2 > Neutral > -2 > SELL

ATR
Average True Range (ATR) adalah indikator yang mengukur volatilitas.
ATR tidak akan menghasilkan sinyal beli / jual, hanya sinyal volatilitas.
Aturan pembuatan sinyal berdasarkan ATR:
Current ATR – SMA5(ATR) = DIFF : High Volatile > 2 > Neutral > -2 > Less Volatile

ADX
Average Directional Index (ADX) mengukur kekuatan suatu trend tanpa memperhatikan arah tren tersebut.
Dua indikator yang lain, Plus Directional Indicator (+DI) dan Minus Directional Indicator (-DI), melengkapi ADX dengan menentukan arah trend.
Average Directional Index (ADX) digunakan untuk mengukur kekuatan atau kelemahan suatu trend, bukan arah trend tersebut.
Arah pergerakan ditentukan oleh indikator +DI dan -DI.
Secara umum, bulls memiliki keuntungan ketika +DI lebih besar daripada – DI, sementara bears memiliki keuntungan ketika – DI lebih besar daripada +DI.
Perlintasan antara dua indikator penentu arah ini (+DI dan -DI) bisa dikombinasikan dengan ADX untuk menghasilkan trading system yang lengkap.
Aturan pembuatan sinyal berdasarkan ADX:
1: STRONG TREND > 25 > WEAK TREND
2: +DI – -DI = DIFF : BUY > 0 > SELL

CCI
CCI mengukur level harga saat ini relatif terhadap harga rata-rata dalam periode waktu tertentu.
Nilai positif yang tinggi menandakan bahwa harga saat ini sudah diatas harga rata-rata, yang menandakan kekuatan daya beli.
Nilai negatif yang rendah menandakan bahwa harga saat ini sudah dibawah harga rata-rata, yang menandakan perlemahan daya beli.
Aturan pembuatan sinyal berdasarkan CCI:
Overbought > 100 > BUY > 50 > Neutral > -50 > SELL > -100 > Oversold
Kondisi overbought / oversold bukan merupakan sinyal buy / sell karena momentum oscillators bisa menghasilkan kondisi overbought / oversold dan harga tetap berada pada trend naik / turun yang kuat.
Kondisi overbought / oversold adalah peringatan untuk bersiap dengan kemungkinan perubahan pergerakan harga. Harga bisa dalam kondisi overbought / oversold, tetapi belum akan berubah arah.

UO
Ultimate Oscillator (UO) meningkat ketika tekanan beli menguat dan menurun ketika terkanan beli melemah.
Aturan pembuatan sinyal berdasarkan UO:
Overbought > 70 > BUY > 52 > Neutral > 48 > SELL > 30 > Oversold
Kondisi overbought / oversold bukan merupakan sinyal buy / sell karena momentum oscillators bisa menghasilkan kondisi overbought / oversold dan harga tetap berada pada trend naik / turun yang kuat.
Kondisi overbought / oversold adalah peringatan untuk bersiap dengan kemungkinan perubahan pergerakan harga. Harga bisa dalam kondisi overbought / oversold, tetapi belum akan berubah arah.

ROC
Indikator Rate-of-Change (ROC) adalah indikator momentum oscillator murni yang mengukur persentasi perubahan harga dari satu periode ke periode berikutnya.
Perhitungan ROC membandingkan harga saat ini dengan harga “n” periode yang lalu.
Aturan pembuatan sinyal berdasarkan ROC:
Overbought > 10 > BUY > 0 > Neutral > 0 > SELL > -10 > Oversold
Kondisi overbought / oversold bukan merupakan sinyal buy / sell karena momentum oscillators bisa menghasilkan kondisi overbought / oversold dan harga tetap berada pada trend naik / turun yang kuat.
Kondisi overbought / oversold adalah peringatan untuk bersiap dengan kemungkinan perubahan pergerakan harga. Harga bisa dalam kondisi overbought / oversold, tetapi belum akan berubah arah.

WilliamsR
Williams %R adalah momentum indicator yang merupakan kebalikan dari Fast Stochastic Oscillator. Juga disebut sebagai %R, Williams %R mencerminkan level harga penutupan relatif terhadap nilai high yang tertinggi pada periode look-back yang ditentukan.
Williams %R ber-osilasi antara 0 dan -100. nilai antara 0 dan -20 dianggap sebagai kondisi overbought. nilai antara -80 dan -100 dianggap sebagai kondisi oversold.
Aturan pembuatan sinyal berdasarkan WilliamsR:
Overbought > -20 > BUY > -48 > Neutral > -52 > SELL > -80 > Oversold
Kondisi overbought / oversold bukan merupakan sinyal buy / sell karena momentum oscillators bisa menghasilkan kondisi overbought / oversold dan harga tetap berada pada trend naik / turun yang kuat.
Kondisi overbought / oversold adalah peringatan untuk bersiap dengan kemungkinan perubahan pergerakan harga. Harga bisa dalam kondisi overbought / oversold, tetapi belum akan berubah arah.

Disclaimers
Semua informasi yang ada pada web ini harus diverifikasi dan dikonfirmasi lebih lanjut.
Dengan menggunakan informasi yang ada pada web ini, pengguna setuju bahwa penggunaan aplikasi software dan semua informasi dan layanan yang ada didalamnya sepenuhnya atas resiko dan tanggung jawab pengguna sendiri.